Rabu, 30 Desember 2009

wah!




28-12-2009
jalan hidup tak selamanya mulus, tapi manusia bukan berarti tidak boleh berharapkan?.Banyaknya pengalaman hidup membuat manusia bisa berfikir lebih dewasa. Dimana mereka banyak menjelajahi dunia lain selain tempat tinggalnya. Aku sama sekali belum pernah mengalaminya, Bagaimana caranya supaya aku bisa seperti itu, apakah aku juga harus ikut menjelajahi dunia lain selain tempat tinggalku?

DIKUTIP DARI MAJALAH AL-MAWADDAH
(awalnya ingin menolong, malah membuat istri bingung)
permasalahan :
Askum. ustd,ada yang mau saya tanyakan. begini ustd, suatu hari suami saya menyerempet seorang wanita, tp alhamdulillah tdk apa-apa. Namun karena khawatir, suami saya memberikan nomor telepon kepada wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut suka menelpon dan sms-an dengan suai saya.
Ketika saya melarang suami, dia selalu bilang bahwa wanita tersebut sudah berumur 41 tahun, tidak mungkin dia mau dengan wanita tersebut. Suami saya bilang dia hanya menganggap wanita tersebut sebagai kakak. Dan karena kebetulan suami saya berlangganan majalah Al-Mawaddah, wanita tersebut juga berminat dan pesan kepada suami ana.
Yang jadi pertanyaan, suami saya sering berhubungan via telepon dan sms, kemudian mengantar majalah tersebut ke kantor atau ke rumahnya- walaupun dia selalu bilang bila mengantar ke rumahnya ada anak wanita tersebut di sana-tanpa ditemani mahrom, bagaimana hukumnya ustd? ana mohon bantuan, ustd. sukron.






jawab :
wakum, ukhti, nasihatilah suami bahwa laki-laki dilarang sering berhubungan dengan wanita yang bukan mahromnya, karena hal itu akan mengakibatkan kerusakan iman dan menjadikan keresahan dalam rumah tangga. Rosulullah bersabda:
" janganlah sekali-kali seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali dengan mahromnya, dan janganlah wanita bepergian melainkan dengan mahromnya" (HR.Bukhori 2391, bersumber dari Ibnu Abbas)
Adapun kekhawatiran suami ukhti kepada wanita yang disrempet tersebut dengan memberikan nomor telepon. Jika memang tujuan utamanya agar memudahkan urusan bila wanita itu mengalami keluhan sakit badan sebab dia serempet, karena suami ukhti merasa bersalah, maka itu baik dan bertanggung jawab. Adapun jika wanita itu sering sms-an dengan suami ukhti karena urusan bercanda atau lebih dari itu, maka hukumnya haram karena termasuk zina lisan, walaupun dia tidak ingin menikahinya. Karena itu , selayaknya ukhti menasehati suami dengan lembut. Bacalah firman Allah S.W.t surat al-Ahzab [33] ayat 32.
Namun jika sms itu sekedar berlangganan majalah, insya Allah tidak ada masalah jika tidak dicampuri dengan niat yang jelek. Wallohu a'lam.

Selasa, 22 Desember 2009

hanya dia





dia memang hanya dia ku slalu memikirkannya tak pernah ada habisnya. benar dia benar hanya dia ku selalu menginginkannya belaian dari tangannya, mungkin hanya dia harta yang paling terindah diperjalanan hidupku sejak derap denyut nadiku. mungkin hanya dia indahnya sangat berbeda ku haus merindukannya. ku ingin kau tahu isi hatiku kaulah yang terakhir dalam hidupku tak ada yang lain hanya kamu tak pernah ada takkan pernah ada. ku ingin kau slalu difikiranku kau yg slalu larut dalam darahku tak ada yg lain hanya kamu tak pernah ada takkan pernah ada.

Kamis, 17 Desember 2009

hari yg indah





Alhamdulillah akhirnya aku sudah baikan sama abiq... walopun aku belum tau pasti apayg sekarang dirasakan sungguh aku menyesali yg telah terjadi. aku begitu angkuh juga egois. menghadapi masalah ini. ya Allah... semoga semuanya adalah yang terbaik bagi hambaMu ini jg orang yg aku sayangi..

Selasa, 24 November 2009

SUBHANALLAH...
Aku tak dapat menahan apa yang aku rasa. Tapi ini memang...

sungguh benar-benar terjadi. Benci, marah, jengkel, mangkel, kecewa dan semua rasa itu menyangkut dalam hati dan kerongkonganku. Hanya dia yang mampu meredakan "panasku.
DIALOG KELUARGA PADA SUATU MALAM

DALAM RUMAH



Selamat kepada Nabi

Dan keluarganya yang suci



Semalam

Ditengah kokok ayam jantan

Kudengar suaramu mengalun

Membaca sembilan puluh enam

Ayat-ayat pilihan

Dalam timbangan



Rasanya malu untuk mengaku

Pada seorang yang kenyang

Menahan-nahan

Gumpalan perasaan



Jika aku kau minta berjujur

Aku mengaku kalah

Dalam jumlah ibadah

Agaknya kita terlalu banyak

Membuat jumlah-jumlah

Dan detik-detik

Dari batu kali hingga kerikil

Saatnya kita bercermin

Pada diri anak kecil

Yang kaya pada nuansa alam

Sembari menyanyi sembari bermain



Bagai seorang anak

Melukiskan sebuah rumah

Dan menggambar dirinya

Sebuah dunia

Jadi sederhana



Ampunku pada Tuhan

Disela kokok ayam jantan

Salawat kepada Nabi

Dan keluarganya yang suci



Istriku

Pada malam-malam kau mengaduh

Pada rasa nyeri

Di ruas tulang-tulang dan kepala

Ku tahu

Tulang-tulang itu menyimpan geram

Dan kepala itu menahan gerutu



Maka beri maaflah

Dosa seorang musafir

Yang memilih mengembara

Tanpa jera akan sengsara

Dan gemas mencari mata air

Kendali dari sumber paling getir



Terlalu banyak luka,

Di tubuhku

Wahai, istriku

Tersentak di suatu malam

Diam-diam aku bersujud



Yang kucari hanya rumah

Dan sumber telaga di dalamnya

Jika melangsa pada pesona dunia

Akan memagut kabut

Dan selalu berlutut

Pada kehendak banyak manusia



Ku ingin yang sedikit

Dengan sedikit kasap

Agar diriku dan keluargaku

Selamat dari azab api neraka



Dan langit tetap jadi atap

Dan bumi jadi hamparan

Dalam ribuan lahan dan pantang berputus harap

Salawat Nabi dan keluarganya yang suci



Sugguh luruh seluruh kalbu

Melihat kau membaca

Delapan puluh tiga ayat-ayat yang terjaga

Dan doamu bagi keluarga seisi rumah



Ampun kami pada tuhan

Selawat kepada Nabi

Dan keluarganya yang suci



Dan ayam jantan

Masih saja bertakbir